Pengertian Transparansi , Nirlaba , Quality Assurance , dan Akuntabilitas

Nama               : Octaviani Nur

NIM                : 1001629

Matakuliah      : Manajemen Perguruan Tinggi

Jurusan            : Administrasi Pendidikan FIP UPI 2013

1)   TRANSPARAN/TRANSPARANSI

a)      Transparasi berarti terbukanya akses informasi agar semua elemen masyarakat bisa melakukan pengawasan terhadap segala urusan yang dilakukan oleh organisasi dalam menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat dan kepentingan organisasi tersebut.

b)      Tranparasi berarti kondisi yang dapat di lihat atau di deteksi terhadap sesuatu yang sudah dan sedang dilakukan oleh seorang pemerintah atau politisi dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan, terutama dalam pengalaman kebijakan public.

Tujuan transparasi :

a)      Mengurangi apatisme masyarakat terhadap pribadi pejabat pemerintah.

b)      Memudahkan pelaksanaan audit atau pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintah.

c)      Meminimalisasikan konflik kepentingan antara rakyat dengan pejabat pemerintah dan antar pejabat.

Transparansi Mencerminkan Pemerintah Yang Baik

a)      Pengertian Pemerintah Yang Baik

Menurut Purwo Santoso, Guru Besar Ilmu Pemerintahan UGM, Democratic governance, yaitu suatu tata pemerintahan yang berasal pemerintahan yang berasal dari masyarakat (partisipasi), yang dikelola oleh rakyat unutk kepentingan masyarakat.

Menurut Meuthia Gani Rachman, Sosiolog dari Universitas Inonesia, Good governance merupakan mekanisme pengelolaan sumber daya ekonomi dan social yang melibatkan pengaruh sektor Negara dan sektor nonpemerintahan dalam suatu usaha kolektif.

Menurut Frederick W. Taylor, seorang ahli administrasi Negara, Good governance adalah pemerintahan demokratis eperti yang dipraktikan dalam Negara-negara demokrasi maju di eropa barat dan amerika.

b)      Dampak Pemerintah yang Tidak Transparan

  • Bentuk Pemerintahan yang Tidak Transparan: Monarki Absolut, Tirani, Oligarki, Autoraksi, Anarki, Timokrasi, Plutokrasi.
  • Tidak terdapat keikutsertaan rakyat secara langsung dalam pemerintahan.
  •  Tidak adanya pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat.
  • Tidak adanya kontrol atau pengawasan langsung dari rakyat terhadap pemerintah.
  • Menganut ideologi yang doktriner.
  • Tidak terdapat pembagian kekuasaan dalam penyelenggaraan pemerintahan

2) NIRLABA

Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter).

a)      Perbedaan organisasi nirlaba dengan organisasi laba

Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba). Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’ organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya. Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi.

b)     Pajak bagi organisasi nirlaba

Banyak yang bertanya, apakah organisasi nirlaba, yang mana mereka tidak mengambil keuntungan dari apapun, akan dikenakan pajak? Sebagai entitas atau lembaga, maka organisasi nirlaba merupakan subyek pajak. Artinya, seluruh kewajiban subyek pajak harus dilakukan tanpa terkecuali. Akan tetapi, tidak semua penghasilan yang diperoleh yayasan merupakan obyek pajak.

 

Pemerintah Indonesia memperhatikan bahwa badan sosial bukan bergerak untuk mencari laba, sehingga pendapatannya diklasifikasikan atas pendapatan yang obyek pajak dan bukan obyek pajak. Namun di banyak negara, organisasi nirlaba boleh melamar status sebagai bebas pajak, sehingga dengan demikian mereka akan terbebas dari pajak penghasilan dan jenis pajak lainnya.

3) QUALITY ASSURANCE

Quality Assurance adalah suatu penataan-penataan dan kegiatan-kehiatan yang dimaksudkan untuk menjaga keselamatan, memelihara dan meningkatkan mutu pelayanan.

Quality Assurance adalah suatu proses pengukuran mutu, menganalisis kekurangan yang ditemukan dan membuat kegiatan untuk  meningkatkan penampilan yang diikuti dengan pengukuran mutu kembali untuk menentukan apakah peningkatan telah dicapai. Ia adalah satu- satunya kegiatan yang sistematis, suatu siklus kegiatan yang mempergunakan standar pengukuran ( palmer, H, 1983 )

Menurut Joint commision on acreditation of hospital (JCAH), badan yang menyelenggarakan akreditasi di Amerika, Quality Assurance adalah suatu program berlanjut yang disusun secara objektif dan sistematik, memantau dan menilai mutu dan kewajaran pelayanan terhadap pasien, menggunakan kesempatan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan dan memecahkan masalah yang belum terungkap.

4) AKUNTABILITAS

J.B. Ghartey menyatakan bahwa akuntabilitas ditujukan untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang berhubungan dengan stewardship yaitu apa, mengapa, siapa, ke mana, yang mana, danbagaimana suatu pertanggungjawaban harus dilaksanakan.

Ledvina V. Carino mengatakan bahwa akuntabilitas merupakan suatu evolusi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh seorang petugas baik yang masih berada pada jalur otoritasnya atau sudah keluar jauhdari tanggung jawab dan kewenangannya. Setiap orang harus benar-benar menyadari bahwa setiap tindakannya bukan hanya akanmemberi pengaruh pada dirinya sendiri saja. Akan tetapi, ia harus menyadari bahwa tindakannya juga akan membawa dampak yang tidak kecil pada orang lain. Dengan demikian, dalam setiap tingkah lakunya seorang pejabat pemerintah harus memperhatikan lingkungannya.

 

Akuntabilitas juga dapat berarti sebagai perwujudan pertanggung jawaban seseorang atau unit organisasi, dalam mengelola sumber daya yang telah diberikan dan dikuasai, dalam rangka pencapaian tujuan, melalui suatu media berupa laporan akuntabilitas kinerja secara periodik. Sumber daya dalam hal ini merupakan sarana pendukung yang diberikan kepada seseorang atau unit organisasi dalam rangka memperlancar pelaksanaan tugas yang telah dibebankan kepadanya. Wujud dari sumber daya tersebut pada umumnya berupa sumber daya manusia, dana, sarana prasarana,dan metode kerja.

Akuntabilitas juga dapat diuraikan sebagai kewajiban untuk menjawab dan menjelaskan kinerja dari tindakan seseorang atau badan kepada pihak-pihak yang memiliki hak untuk meminta jawaban atau keterangan dari orang atau badan yang telah diberikan wewenang untuk mengelola sumber daya tertentu.

Dari berbagai definisi akuntabilitas seperti tersebut di atas, dapatdi simpulkan bahwa akuntabilitas merupakan perwujudan kewajiban seseorang atau unit organisasi untuk mempertanggung jawabkan pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui media pertanggung jawaban berupa laporan akuntabilitas kinerja secara periodik.

REFERENSI :

Aprianto, Deri. Akuntabilitas. 2011. Available [online] http://deriaprianto74.blogspot.ca/2011/10/akuntabilitas.html

Jaminan Kualitas (Quality Assurance). 2012. Available [online] http://www.alwanku.com/2012/11/jaminan-kualitas-quality-assurance.html

Organisasi Nirlaba-Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2013. Available [online] http://id.m.wikipedia.org/wiki/Organisasi_nirlaba

Silviana, Aulia. Here We Are: Transparansi Pemerintah. 2012. Available [online] http://auliasilviana.blogspot.ca/2012/12/transparansi-pemerintah.html

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s